
Budidaya udang vaname memang menggiurkan, namun ketergantungan pada benur (benih udang) dari luar seringkali menjadi kendala biaya. Melakukan pemijahan sendiri di kolam terpal adalah langkah strategis untuk efisiensi, meskipun membutuhkan ketelitian ekstra pada aspek lingkungan.
1. Persiapan Kolam Terpal Steril
Udang vaname sangat sensitif terhadap kontaminasi. Gunakan kolam terpal bulat dengan diameter 2-3 meter.
- Sterilisasi: Cuci terpal menggunakan kaporit atau disinfektan khusus perikanan untuk membunuh bakteri merugikan.
- Instalasi Udara: Pasang minimal 4 titik batu aerasi untuk memastikan kadar oksigen terlarut (DO) berada di atas 5 ppm. Pemijahan membutuhkan oksigen yang sangat tinggi.
2. Seleksi Indukan Matang Gonad
Anda tidak bisa sembarang memasukkan udang. Indukan harus memiliki kualitas prima:
- Induk Betina: Pilih yang berumur minimal 10-12 bulan dengan berat di atas 40-45 gram. Pastikan ovarium (gonad) sudah terlihat berwarna cokelat tua atau orange kemerahan di bagian punggung.
- Induk Jantan: Pilih yang memiliki berat minimal 35 gram dengan kantong sperma (petasma) yang terlihat putih susu dan penuh.
3. Teknik Ablasi Mata
Dalam budidaya udang vaname, sering dilakukan teknik ablasi mata pada induk betina. Teknik ini melibatkan pemotongan salah satu tangkai mata udang untuk merangsang hormon reproduksi agar udang lebih cepat memijah.
Catatan: Lakukan dengan sangat hati-hati menggunakan alat steril dan segera berikan antiseptik pada luka agar udang tidak stres atau mati. Baca juga : Perbedaan Budidaya Udang di Tambak dan Bioflok
4. Proses Perkawinan dan Pemijahan
Masukkan indukan ke dalam kolam terpal yang sudah dikondisikan suhunya (sekitar 28–30°C) dengan salinitas air payau yang stabil (28–32 ppt).
- Perbandingan jantan dan betina biasanya adalah 1:1 atau 1:2.
- Proses perkawinan biasanya terjadi pada malam hari.
- Udang betina akan mengeluarkan telur yang kemudian dibuahi secara eksternal oleh sperma jantan.
5. Penanganan Telur dan Larva
Setelah pemijahan selesai (biasanya ditandai dengan perubahan warna punggung betina menjadi pucat kembali), segera pindahkan indukan agar tidak memakan telurnya sendiri.
- Telur akan menetas dalam waktu 12–16 jam menjadi tahap Nauplius.
- Pada fase awal, larva belum membutuhkan makan karena masih memiliki cadangan makanan. Namun, setelah masuk tahap Zoea, Anda wajib menyiapkan pakan alami seperti Skeletonema atau Artemia.
Kesimpulan
Memijah udang vaname di kolam terpal memang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding ikan air tawar. Namun, dengan menjaga salinitas air, suhu, dan biosekuriti, Anda bisa menghasilkan benur berkualitas secara mandiri.
Itulah Cara Memijah Udang Vaname di Kolam Terpal. Perlindungan maksimal pada kolam Anda adalah kunci keberlanjutan panen. Gunakan kolam terpal dengan material tebal yang memiliki isolasi suhu lebih baik hanya dari Hadi Terpal. Dapatkan panduan teknis dan produk terbaik kami melalui tautan ini: ww.heylink.me/HadiTerpal.
