
Memijah ikan gurame seringkali dianggap sulit karena sifat ikannya yang sensitif dan memerlukan perlakuan khusus. Namun, dengan teknik yang tepat, Anda bisa melakukannya bahkan di lahan terbatas menggunakan kolam terpal.
Berikut adalah panduan lengkap cara memijah ikan gurame di kolam terpal yang terbukti efektif untuk meningkatkan produktivitas benih Anda.
1. Persiapan Kolam Terpal yang Ideal
Ikan gurame membutuhkan suasana yang tenang dan lingkungan yang bersih untuk kawin.
- Ukuran: Siapkan kolam terpal dengan ukuran minimal 2×3 meter dengan kedalaman air sekitar 60–80 cm.
- Kebersihan: Pastikan kolam dicuci bersih untuk menghilangkan bau kimia terpal baru yang bisa meracuni ikan.
- Suhu: Jaga suhu air tetap stabil di angka 25–28°C. Hindari lokasi yang terlalu bising karena gurame mudah stres.
2. Seleksi Indukan Unggul
Kunci keberhasilan pemijahan terletak pada kualitas indukan. Pilihlah indukan yang sudah matang gonad (siap kawin), biasanya berumur di atas 2-3 tahun dengan berat minimal 1,5 – 2 kg.
- Ciri Induk Jantan: Perut langsing, dagu berwarna kuning terang/kemerahan, dan jika ditekan perutnya mengeluarkan cairan putih (sperma).
- Ciri Induk Betina: Perut tampak buncit, bulat, dan terasa lembek saat diraba. Warna tubuh biasanya lebih gelap. Baca juga : Alasan Ikan Gurame Tidak Cepat Besar
3. Menyiapkan Tempat Sarang (Sosog)
Berbeda dengan lele yang menggunakan ijuk di dasar, gurame adalah ikan yang membangun sarang di permukaan. Anda harus menyediakan alat bantunya:
- Sosog: Keranjang bambu berbentuk corong yang diletakkan di sudut kolam, sekitar 10–15 cm di bawah permukaan air.
- Bahan Sarang: Sediakan serat nanas, ijuk, atau rumput kering yang diletakkan di atas permukaan air. Induk jantan akan mengambil bahan ini secara mandiri untuk merajut sarang di dalam sosog.
4. Proses Pemijahan
Masukkan indukan ke dalam kolam dengan perbandingan 1 jantan untuk 3 betina.
Tanda Keberhasilan: Jika Anda mencium bau amis yang menyengat di sekitar kolam dan melihat mulut sosog tertutup rapat oleh ijuk/serat, itu tandanya telur sudah dikeluarkan dan dibuahi di dalam sarang.
5. Penetasan Telur
Setelah telur ada di dalam sarang, segera pindahkan sarang tersebut ke wadah penetasan seperti bak plastik atau akuarium yang bersih.
- Gunakan aerator kecil untuk menjaga suplai oksigen.
- Telur akan menetas dalam waktu 24–36 jam.
- Larva gurame tidak perlu diberi makan selama 4-5 hari karena masih memiliki cadangan kuning telur (yolk sack).
Kesimpulan
Memijah ikan gurame di kolam terpal sangat mungkin dilakukan asalkan Anda memperhatikan ketenangan lingkungan dan ketersediaan tempat bersarang yang nyaman. Dengan memproduksi benih sendiri, biaya operasional budidaya Anda tentu akan jauh lebih hemat.
Itulah Cara Memijah Ikan Gurame di Kolam Terpal. Perlindungan maksimal pada kolam Anda adalah kunci keberlanjutan panen. Gunakan kolam terpal dengan material tebal yang memiliki isolasi suhu lebih baik hanya dari Hadi Terpal. Dapatkan panduan teknis dan produk terbaik kami melalui tautan ini: ww.heylink.me/HadiTerpal.
