Cara Budidaya Ikan Air Payau Bagi Pemula

No ratings yet.

Perpaduan antara air tawar dan air tawar biasa dikenal dengan istilah air payau. Air payau ini lokasinya berada di muara sungai ataupun daerah pantai. Anda dapat menemukan beberapa jenis ikan air payau seperti ikan bandeng, ikan nila, ikan kerapu, ikan patin, ikan belanak dan kepiting. Sudah banyak peternak yang sukses membudidayakan ikan air payau baik dengan kolam maupun tambak. Namun, bagi anda pemula, baiknya simak Cara Budidaya Ikan Air Payau Bagi Pemula berikut ini.

1. Sesuaikan Lokasi

Pertama, anda wajib menentukan lokasi yang prospek, efektif dan efisen. Yakni, pilihlah lokasi yang dekat dengan sumber air payau atau air asin. Hal tersebut sangat membantu kebutuhan air payau secara masal.

Namun, jika lokasi anda tidak memungkinkan untuk mendapatkan air payau, siasatilah dengan mencampur air tawar dengan air laut 1:1, jika ingin dominan air laut maka beri 1:2. Hal tersebut bergantung pada jenis ikan. Contohnya bandeng, kepiting dan kerapu memerlukan air laut yang dominan, berbeda dengan patin dan nila.

2. Proses Pengisian Air

Setelah kolam siap, isi dengan air payau setinggi sekitar 15 cm, kemudian lakukan proses fermentasi. Yakni pemberian 1 liter larutan EM4+Gula yang telah didiamkan minimal 24 jam ke dalam kolam ukuran 3 X 10 X 1,5 meter. Setelah itu, siramkan pupuk organik berbentuk cair tersebut dengan dosis 1 liter untuk kolam berukuran 9 X 10 X 1,5 meter. Diamkan seminggu hingga kolam berwarna hijau jernih lalu isi air payau hingga 1,5 meter. proses fermentasi berguna untuk membentuk mikroorganisme yang baik bagi ikan,

3. Teknik Menabur Benih

Belilah bibit ikan air payau yang unggul dan sesuaikan jenis ikan dengan volume air payau. Misalnya ikan nila, membutuhkan sekitar 400 benih untuk permeter perseginya. Hal ini tentu berbeda dengan patin yang membutuhkan lebih sedikit benih daripada nila, karena ukurannya yang lebih besar.

4. Beri Pakan Yang Tepat

Sediakan pakan dengan dosis 5 % dari berat badan pada bulan pertama, 4 % dari berat badan pada bulan kedua, dan 3 % per berat badan pada bulan ketiga. Mikroorganisme dari proses fermentasi juga merupakan pakan alami bagi ikan air payau.

5. Selalu Jaga Kondisi Ikan

Rajinlah mengganti air payau minimal tiga minggu sekali untuk mengurangi hama. Perhatikan pula kesehatan mental ikan agar terhindar dari stress. Berikan EM4 secara rutin agar menjaga kestabilan hama yang akan menyerang ikan dengan memperlambat laju pertumbuhan patogen. Berikan pula vitamin dan prebiotik untuk memperkuat daya tahan ikan.

6. Tips Panen Menguntungkan

Salah satu kelebihan beternak ikan air payau adalah proses produksinya lebih singkat ketimbang ikan air tawar. Gunakanlah jaring kantong keruk untuk mempercepat proses panen.

Sediakan tong air untuk dibawa pembeli jika anda ingin menjualnya dalam kondisi hidup. Jika anda menjualnya dalam kondisi mati, sediakan es batu agar ikan lebih fresh dan tahan lama.

Kini Budidaya Ikan Payau Beralih Menggunakan Kolam Terpal

cara budidaya ikan air payau bagi pemula
Spesialis Kolam Tambak

Menggunakan kolam terpal sebagai media beternak ikan payau kini menjadi primadona. Selain dapa menekan biaya, menggunakan kolam terpal juga dapat membuat hasil panen tidak bau lumpur. Cara budidaya ikan air payau bagi pemula pun menjadi mudah.

HADI TERPAL adalah produsen kolam terpal spesialis tambka. Anda dapat memesan kolam terpal dengan berbagai ukuran. Tersedia ukuran dengan jenis bulat dan kotak.

PESAN SEKARANG !

ADMIN 1 HADI TERPAL KLIK DISINI

ADMIN 2 HADI TERPAL KLIK DISINI

BANTU KAMI AGAR MENJADI LEBIH BAIK